Menurut Kantor Berita ABNA, Associated Press (19/1) melaporkan, dua pejabat Amerika secara anonim mengatakan, 12 personel pasukan Garda Nasional yang bertugas mengamankan acara inagurasi Joe Biden, terindikasi menjalin hubungan dekat dengan milisi sayap kanan.
Namun kedua pejabat itu tidak menyebutkan dari unit mana ke-12 personel Garda Nasional itu berasal, mereka dirumahkan atas alasan "kewajiban keamanan".
Kepala Biro Garda Nasional Amerika, Jenderal Daniel Hokanson saat dikonfirmasi mengatakan, dua personel Garda Nasional dibebastugaskan dari pengamanan acara pelantikan Joe Biden karena memposting status ekstrem di media sosial, dan 10 lainnya karena masalah lain.
Sebelumnya Biro Investigasi Federal Amerika, FBI sudah memperingatkan soal laporan intelijen terkait keberadaan kelompok sayap kanan ekstrem yang manjadi anggota Garda Nasional.
342/